Sabtu, 30 Maret 2013

Mengapa Ada Air AC Menetes di Kabin

Normalnya pada saat AC mobil sedang bekerja, alat yang bernama Evaporator sangat dingin hingga berembun, Hasil dari kondensasi tsb akan menghasilkan air dan menggenangi Box Evaporator.
Normalnya air tersebut akan terbuang melalui selang air pembuangan yang ada di box evaporator. Tetapi jika selang pembuangan air tersumbat dan tidak lancar maka kotak evaporator akan dipenuhi air. Akibatnya permukaan luar rumah evaporator mengeluarkan embun yang berlebihan dan terkumpul menjadi titik air yang menetes dan membasahi interior kabin mobil.

Penyebab tersumbatnya adalah :
  • Evaporator kotor dan berlendir jadi pemicu utamanya, lendir tersebut akan melumer dan turun ke box blower, lalu menyumbat selang pembuangan.
  • Kotoran atau daun kering yang terhisap blower melalui jendela sirkulasi luar (kasus ini jika mobil tsb tidak dilengkapi cabin filter)

Solusi darurat untuk masalah ini :
Siapkan sumpit atau sejenisnya untuk menusuk selang pembuangan dari depan, namun hati2 jangan menekan terlalu kencang, karena posisi selang pembuangan tsb tidak jauh dari evap, khawatir jika terlalu agresif malah menusuk evap menjadi rusak / bocor. Dengan cara ini diharapkan kotoran sedikit banyak akan keluar dan membuat air dari hasil kondensasi dapat terbuang melalui lubang pembuangan.
Namun cara ini hanya bersifat sementara, selama evaporator masih kotor, kotoran tsb akan membuat mampet lubang pembuangan lagi. Jadi solusi yang paling ampuh jika terjadi hal seperti ini, silahkan bawa ke BENGKEL AC MOBIL untuk melakukan perawatan rutin AC mobil.

Rabu, 27 Maret 2013

Mengapa Mobil Perlu Dicuci?

Ada yang sudah tahu jawaban dari judul di atas? Pastinya banyak yang sudah tahu kenapa mobil harus dicuci.
Nah, buat yang belum tahu atau merasa mencuci mobil itu tidak penting, mungkin pertanyaan yang satu ini bisa membantu menjawab, “mengapa anda perlu mandi sedikitnya dua kali dalam sehari?”.
Pastinya mobil adalah alat transportasi yang tidak murah, jadi tak ada salahnya bila anda peduli dengan kebersihan mobil yang anda miliki. Setidaknya jadikan kegiatan mencuci mobil sebagai bagian dari perawatan mobil.
Mobil anda berjalan tanpa kenal lelah, bahkan tanpa mengeluh ia mengantarkan anda melintasi berbagai macam kondisi jalan, baik di tengah guyuran hujan, teriknya matahari, terpaan debu, kubangan air dan cipratan lumpur. Itu artinya banyak sekali kotoran yang mampir pada bodi, kaca maupun kolong mobil. Apa jadinya bila tidak dicuci?
Sudah pasti akan terlihat dekil dan kotor. Hanya sampai di situ? Oh, tentu tidak! Kotoran yang hinggap terlalu lama pada bodi dan kaca secara perlahan akan membuat tampilan mobil anda menjadi kusam secara permanen dan anda akan cepat butuh salon mobil untuk mengembalikan kilaunya. Bahkan pasir dan lumpur yang terlalu lama menempel pada bagian kolong mobil bisa menjadi pemicu timbulnya karat. Kabin mobil yang kotor pun akan membuat sistem AC mobil jadi lebih cepat minta diservis. Kalau sudah begini, bukan hanya penampilan tak menarik yang anda dapatkan, tapi nilai jual kembali mobil anda pun akan merosot.

Mencuci mobil adalah hal mudah yang bisa dilakukan sendiri, tapi tetap ada panduan yang baik dan benar untuk itu dan akan saya bahas di kesempatan lainnya.
Bagi anda yang tidak mau repot, silahkan kunjungi tempat pencucian mobil yang saat ini sudah tersebar banyak di seluruh penjuru kota. Cucilah minimal sekali dalam seminggu dan untuk sekali dalam sebulan rasanya perlu untuk pergi ke tempat cuci mobil yang memiliki fasilitas lift pengangkat mobil, supaya kolong mobil anda bisa benar-benar dibersihkan.
Kalau mobil sudah bersih luar dalam, maka hatipun senang. Siapa sih yang tidak merasa nyaman ketika mengendarai mobil yang bersih? Jangan lupa, kebersihan mobil juga turut menunjukkan karakter pemiliknya lho.

Selasa, 26 Maret 2013

Cara Benar Mematikan Mesin Mobil

Salah satu kebiasaan buruk pengemudi adalah terburu-buru mematikan mesin kendaraan pada saat memarkir kendaraan. Padahal kebiasaan buruk ini membawa dampak negatif di masa mendatang.
Simak uraian berikut ini :
Saat mematikan mesin jangan langsung memutar kontak ke posisi off dan menggeber-geber gas. Hal ini sangat berpengaruh pada pelumasan mesin. Saat putaran tinggi mesin memerlukan pelumasan yang lebih baik. Tapi karena langsung dimatikan meskipun masih ada sisa oli pada dinding boring (rumah silinder), pelumasan menjadi berkurang. Jika sering dilakukan mesin akan aus atau jebol.
Mesin yang langsung dimatikan setelah digeber pada kecepatan tinggi adalah cara yang kurang tepat. Karena saat itu dapur pacu baru saja bekerja keras dari menempuh perjalanan. Dalam keadaan mesin bertemperatur tinggi, tentu komponen di dalamnya masih mengembang, jika tiba-tiba dimatikan hal itu akan merusak dinding silinder.
Disamping itu mesin yang dituntut melakukan putaran tinggi secara terus menerus pasti mengalami stress. Kondisi ini membuat keadaan mesin belum stabil.
Kebiasaan mematikan mesin tiba-tiba sehabis melaju pada kecepatan tinggi dapat menyebabkan ring piston cepat aus. Selanjutnya merembet pada penurunan kompresi sehingga tenaga menjadi payah.
Untuk itu saat mematikan mesin, diamkan dulu putaran mesin idle beberapa saat sampai mesin benar benar dalam keadaan stationer. Setelah itu baru putar kunci kontak ke posisi off.

Senin, 25 Maret 2013

Pentingnya Tune Up Mobil Anda

Pentingnya Melakukan Tune Up mobil Anda 
Secara harfiah, tune-up berarti penyetelan. Pada kendaraan bermotor tune-up bermakna penyetelan kembali mesin kendaraan agar dapat kembali atau mendekati kondisi kerja optimum. Seperti yang sudah pernah kita singgung di tulisan sebelumnya bahwa di dalam mesin banyak sekali komponen mesin yang bergerak. Gerakan-gerakan komponen kendaraan dalam kurun waktu tertentu akan menyebabkan komponen-komponen tersebut berubah setelannya.
Langkah-langkah yang dilakukan kurang lebih sama antara mesin bensin dan mesin diesel. Untuk mesin bensin, pada mesin konvensional langkah-langkah yang dilakukan antara lain:
Penyetelan kembali sistem pengapian. Pada kendaraan yang masih menggunakan platina dan kondensor sebagai penghantar arus listrik dari koil ke busi, kondisi platina dan kondensor akan diperiksa, apabila sudah terjadi keausan, maka platina dan kondensornya akan diganti.
Selanjutnya adalah pengecekan kondisi busi, apabila busi sudah berwarna hitam pada bagian bawah elektrodanya, dan elektrodanya sudah aus, maka busi harus diganti. Semua busi sebaiknya dilakukan penggantian agar kondisi pengapian tidak pincang. Setelah busi diganti, dilanjutkan dengan pengaturan derajat pengapian sesuai dengan standarnya dengan cara memutar distributor (montir kerap menyebutnya dengan delko) dengan bantuan timing light sebagai indikatornya. Apabila kendaraan kita menggunakan sistem CDI sebagai penghantar arusnya, langkah yang dilakukan cukup dengan penggantian busi dan pada kendaraan yang derajat pengapiannya masih bisa distel secara manual, sama dengan langkah diatas, dilakukan penyetelan derajat pengapian.
Pembersihan sistem pasokan bahan bakar. Langkah selanjutnya dari proses tune-up adalah membersihkan sistem pasokan bahan bakar. Untuk kendaraan yang masih menggunakan karburator, setelah rumah saringan udara dicopot karburator akan disemprot dengan cairan carburator cleaner. Hal yang sama juga dilakukan pada mesin dengan sistem injeksi bahan bakar elektronik, permukaan bagian dalam dari throttle body akan disemprot dengan injector cleaner.
Selain penyetelan dan pembersihan tadi, sebaiknya saat tune-up juga dibarengi dengan penggantian oli kendaraan. Oli mesin idealnya diganti secara berkala, yang intervalnya bergantung pada jenis oli yang dipakai. Saat ini rata-rata oli sintetis maupun semi sintetis menganjurkan penggantian oli setiap 5000 km hingga 10000 km. Untuk oli transmisi dan gardan (untuk kendaraan berpenggerak roda belakang) sebaiknya diganti mengikuti anjuran dari pabrikan oli masing-masing, namun rata-rata penggantian oli transmisi dan gardan berlaku pada interval 10000 km.
Sebagai tambahan, untuk mesin kendaraan yang menggunakan timing belt, ada baiknya memeriksa kondisi dari timing beltnya.
Sebagai acuan umur pakai timing belt, bisa berpatokan pada informasi yang terdapat pada buku pedoman pemilik kendaraan/owners manual book. Ada kendaraan yang mensyaratkan penggantian timing belt setiap 20000 km, 40000 km bahkan 100000 km.

Jumat, 22 Maret 2013

Mercy S-Class terbaru punya 156 tombol di kabin

Sedan mewah Mercedes-Benz S-Class generasi terbaru memiliki total 156 tombol di dalam kabinnya

Model itu adalah sebuah sedan yang sangat menakjubkan dan teknologinya akan menjadi kiblat untuk mobil reguler selama tahun-tahun berikutnya, seperti model-model lalu.

Produsen yang bermarkas di Jerman itu memasang 156 tombol di dalam kabin, menurut Inautonews.

Menurut Auto Week, ada total 12 tombol di sekitar roda kemudi, ada 23 tombol di pintu pengemudi, ada 13 tombol di pintu penumpang, ada 19 tombol di dashboard, ada 3 tiga tombol pada panel instrumen, 10 tombol di depan dan 3 di kaca spion.

Tak hanya itu, 30 tombol lainnya dapat diakses dari pintu penumpang belakang atau 15 tombol di setiap sisi pintu penumpang belakang.

Mercedes-Benz S-Class 2014 memiliki dua layar 12.3 inch, sistem COMAND Online dengan prosesor Intel Atom, 14 bantal udara pada sandaran dengan sistem pijat, 24 speaker untuk sistem audio Burmester 1500 watt dan beberapa fitur menarik lainnya.

Rincian lebih lanjut, model itu akan diumumkan pada 15 Mei tahun ini.

Kamis, 21 Maret 2013

Saat Tepat Mengganti Pelumas Mobil

 
Di dalam mesin, pelumas memiliki fungsi yang tak kalah penting dibandingkan bahan bakar. Jika bahan bakar berfungsi untuk menggerakkan mesin, maka pelumas berfungsi untuk merawat dan menjaga agar mesin tetap awet dan panjang umur.
Seperti diketahui, di dalam mesin terdapat banyak komponen yang terbuat dari logam. Pelumas mencegah gesekan langsung antar dua permukaan logam yang saling bergerak. Selain itu, pelumas berguna juga untuk mendinginkan mesin, dengan cara menyalurkan panas yang dihasilkan dari gesekan dan pembakaran. Pelumas yang baik juga dapat menjaga kebersihan mesin. Caranya, kotoran dan fragmen metal ditahan oleh pelumas dan dibuang saat pergantian oli.
Gesekan, pukulan, goncangan, panas dan kotoran yang dihasilkan mesin dapat menurunkan oli. Selain itu, pola mengendara jarak pendek dan stop and go akibat kemacetan membuat kerja mesin dan pelumasan semakin berat. Dalam kondisi tersebut, akselerasi kerap mengakibatkan gesekan yang sangat berat pada bagian mesin yang bergerak.

Kebiasaan mengemudi juga dapat mempengaruhi pelumas. Menjalankan kendaraan pada rpm yang berubah-ubah secara drastis dapat membuat mesin cepat rusak. Demikian pula apabila membawa muatan melebihi kapasitas, sehingga beban mesin terlalu berat. Semua hal ini membuat pelumas harus diganti secara berkala. Pertanyaannya, berapa lama atau berapa jauh kendaraan digunakan sehingga pelumas harus diganti?
Tentang hal ini terdapat banyak pendapat. Biasanya buku panduan kendaraan memberikan anjuran tentang hal ini dan umumnya setiap kali kendaraan menempuh jarak 5.000 km. Tentang hal ini, Melanus Conterius, Wakil Ketua Perhimpunan Distributor, Importir dan Produsen Pelumas Indonesia (PERDIPPI), menjelaskan bahwa pada uji laboratorium sebenarnya pelumas mampu bertahan hingga 15.000 km. Pada pengujian di jalan, sampai 10.000 km juga masih bagus. Namun, hal itu berlaku
untuk negara-negara subtropis. Sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis, dapat diambil patokan kira-kira separuhnya. “Jadi untuk oli mineral penggantiannya tiap 5.000 km, sedangkan oli sintetis dapat bertahan hingga 7.000 km,” ujar Melanus.

Rabu, 20 Maret 2013

Tips Merawat Power Steering Mobil

 
Ada 2 tipe power steering yang akan di bahas disini antara lain tipe rack and pinion dan recirculating ball. Dalam ke dua tipe tersebut ada beberapa alat pendukung power steering antara lain:
Tenaga hidraulis yang disediakan oleh Rotary vane Pump dikendalikan oleh mesin mobil melalui belt dan pulley. Rotary vane pump terdiri dari beberapa vanes (kipas) yang berputar kedalam ruang oval. Pada saat vanes itu berputar maka bersamaan dengan itu menarik minyak power steering dari return line dan menekan nya ke saluran keluar (outlet) dengan tekanan yang sangat tinggi. Jumlah aliran tersebut tergantung dari kecepatan mesin. Pompa tersebut di disain agar dapat mengalirkan minyak yang cukup pada saat kendaraan idling, dan memompa lebih banyak minyak pada saat mesin berada pada putaran yang lebih tinggi.
Sistem power steering berfungsi membantu pengemudi pada saat pengemudi ingin membelokkan kendaraan baik ke kanan maupun ke kiri. Apabila pengemudi dalam keadaan berjalan lurus maka tidak ada daya yang bekerja pada power steering. Alat yang menanggapi hal tersebut disebut dengan rotary valve.

Rack and Pinion

Adalah tipe yang paling umum digunakan di banyak kendaraan dewasa ini baik pada kendaraan sedan, truk kecil dan SUV. Mekanismenya sangat sederhana. Rack and Pinion Gear dalam suatu set di tutup dalam silinder metal dan ujung-ujungnya keluar dari dalam tabung. Tie rod menghubungkan antara tiap ujung dari rack.
Gearset rack and pinion melakukan dua hal antara lain:
  1. mengkonversikan gerakan memutar roda kemudi menjadi gerakan linear yang diperlukan untuk membelokkan roda ke kiri dan ke kanan.
  2. Terdapat gear reduction yaitu mengandung banyak roda gigi yang membuat kita memutar roda kemudi lebih ringan.
Pernahkah anda mendengar istilah steering ratio?
Steering ratio adalah seberapa banyak anda memutar roda kemudi berbanding seberapa banyak roda ber belok. Sebagai contoh apabila kita memutar roda kemudi satu putaran penuh (360 derajat) dan roda kendaraan berbelok 20 derajat, maka steering ratio nya adalah 360/20, atau 18:1. Semakin tinggi ratio berarti anda harus memutar roda kemudi lebih banyak untuk melakukan belokan tapi tenaga yang diperlukan lebih sedikit karena rasio gigi yang tinggi. Biasanya mobil sport atau mobil yang ringan memiliki rasio gigi yang lebih rendah dibandingkan dengan truk atau SUV

Recirculating Ball

Tipe ini sering digunakan pada truk maupun SUV. Cara kerjanya hampir serupa dengan Rack and Pinion hanya disini dirubah hanya sistem penggerak nya saja.
Recirculating ball steering mengandung worm gear. Roda kemudi di baut pada metal blok yang mengandung worm gear didalamnya. Worm gear tersebut yang menggerakkan pitman arm agar dapat mendorong tie rod ke kiri dan ke kanan.
Steering shaft dari roda kemudi tidak menyentuh blok worm gear tersebut, karena worm gear tersebut di isi oleh bola-bola besi (ball bearings). Tujuan dari bola-bola besi tersebut adalah untuk menghindari adanya gap yang terjadi antara steering shaft dengan blok worm gear sehingga setir terasa “kosong”. Selain itu juga untuk menghindari gesekan yang berlebihan pada blok worm gear.
Untuk menjaga agar power-steering mobil Anda awet, perhatikan hal-hal berikut:
  • Oli power steering memiliki interval penggantian yang amat panjang dan harus diganti pada saat ada penggantian pada sistem power steering. Penggantian tersebut bertujuan agar kotoran-kotoran dari sistem power steering yang lama akan terbuang dan tidak dapat merusak alat yang baru dipasang.
  • Hindari membelok dengan patah yang terkadang membuat pompa power steering berdengung. Hal ini untuk menghindari tekanan tinggi yang berlebihan disuplai ke steering system sehingga dapat membuat high pressure line bocor.
  • Hindari mematikan mesin dalam keadaan roda berbelok. Karena pada saat berbelok saluran high pressure (tekanan tinggi) akan dipenuhi dengan minyak power steering bertekanan tinggi, dan ini akan terus menerus terjadi sampai roda kembali lurus.